Tuesday, 9 October 2012

secangkir


berharap menyesap secangkir makna surga,
bersamamu detik ini...
di senja yang merona
dan jingga yang menyala

(Mushala Nurussyifa, 2012)

Tuesday, 2 October 2012

Kalian (Tidak Bisa) Bakar Kami


Oleh: Fildzah Amalya*

Tadi
Empat puluh dentuman mengoyak mimpi
Padahal matahari belum mencumbu pagi
Gerimis pecah
Tangis patah terbelah
Memupus bulan yang kurus
Yang menggantung di malam kelam
Dan anak-anak tidak bisa sembunyi lagi
Di ketiak bapaknya
Pagi ini angkat senjata
Padahal, katanya kita sudah merdeka
Tapi rumput-rumput  jadi bisu
Bersama pesta pora rudal
Empat puluh lima ribu orang
Dipaksa keluar
Dan kota kami dibakar
“Besok kita pulang, Nak”
Merebut lagi merah putih
Jiwa kami masih terbakar
Nyalanya masih terang
Menjaga tanah darah air mata mata air bangsa ini
:
Palagan Surabaya
(2012)

*Penulis adalah mahasiswa kedokteran, menyukai kepenulisan, sejarah dan sastra. Aktif menulis dan mendeklamasikan puisi sejak SMA. Beberapa tulisannya sempat dimuat di beberapa media cetak lokal.

Sebagian keluarga luar biasa saya di FKUB

2011, saudara PSDM BEM Nusantara
(Up Grading BEM: mas Dana, mas Agung, Yoga, Wahyu, Yoga Angga, mba Lely, saya, mba Yayuk, Dedy)

2012, punggawa PSDM BEM Semesta
(Temu perdana: Faathir, Afiyf, Anggadha, Wim, Alif, Alfan, saya, Windi, Nandi, Chacha, mba Yayuk, mba Icot -minus Ida dan Farid yang waktu itu belum bisa datang)

Mereka menjadi tempat saya telah dan sedang mempelajari banyak hal. Yang tak hanya sebagai rekan kerja
tapi juga sebagai keluarga... Kita, Pantang menyerah-Solutif-Dedikatif-Motivatif!

insya Allah :)

tak apa

Ceritanya saya ikut lomba, tapi alhamdulillah sepertinya belum rezeki.
karena kata pihak panitia, kuota peserta tidak mencukupi sehingga lomba dibatalkan.

Sedih? Memang. Berhenti? Oo, tentu tidak.

Lanjuuuuut!

a step

Diam sejenak. Lalu bergerak dalam langkah.

"Faith is taking the first step even when you don't see the whole staircase."
Martin Luther King, Jr. 

Monday, 1 October 2012

setelah sekian lama

menumpahkan rasa, berbagi.

sudah lama rasanya kita tak saling duduk berhadapan, mengobrol seperti ini. ditemani matahari sore di samping riak-riak airkolam dan geliat ikan 

kita memang butuh saling memahami.

menjadi adik, menjadi kakak.

simple kan?


  • Saya: Dek, besok ujian kardio nih, doain yak
  • Adik: Kardio?
  • Saya: Jantung maksudnya
  • Adik: Ooh.. Mudah lah ya. cuma 4 bagian doang
  • Saya: Apanya?
  • Adik: Ruangnya lah
  • Saya: --" okey looking that I have to see it more simple
  • Adik: It is difficult the way we see
  • Saya: (terdiam) and simple if we make it so :)
  • Ya, sepertinya saya perlu menyederhanakan banyak hal. Saya sadar, semakin rumit saya memandang sesuatu, maka mudah saja bagi kejenuhan menguras enegi ;)